
Karena pentingnya penyembuhan dengan ruqyah demikian, maka setiap muslim harus mengetahui prosedur yang benar , sehingga ketika melakukan ruqyah tidak menyimpang dari aturan syar'i .
Prosedur berkaitan dengan ruqyah adalah sebagai berikut :
1 . Keyakinan bahwa kesembuhan hanya datang dari Allah .
2 . Ruqyah bersumber dari Al-Qur'an , hadits , atau dengan nama dan sifat-sifat Allah , bahasa Arab atau bahasa yang dapat dipahami .
3 . Niat tulus dan mengharap kesembuhan diri kepada Allah saat membaca dan berdoa .
4 . Bacaan Surat Al - Fatihah dan meniupkannya untuk nyeri tungkai . Demikian juga , membaca surat Al Falaq , An Naas , Al Ikhlash , Al Kafirun . Dan seluruh Qur'an , pada dasarnya dapat digunakan untuk meruqyah. Tapi ayat-ayat yang disebutkan diatas akan lebih berpengaruh terhadap rasa sakit yang diderita.
5 . Mengerti makna yang terkandung dalam bacaan Al-Quran dan doa-doa yang dibaca .
6 . Meyakini bahwa membacakan ruqyah ini baik dalam bentuk ayat-ayat Alqur’an, hadits, maupun asma Allah, adalah sesuai dengan syariat
7 . Meniupkan pada tubuh yang sakit di tengah-tengah pembacaan ruqyah . Masalah ini , menurut Sheikh Al Utsaimin berisi kelonggaran . Caranya, dengan hembusan lembut tanpa meninggalkan air liur . ' Aisha ditanya tentang meniup Nabi Shallallahu' alaihi wa sallam yang terlibat dengan . Dia menjawab : "Seperti orang yang makan puff kismis , tidak ada air liur ( keluar ) " . ( Muslim , Kitab As Salam , 14/ 182) . Atau meniupnya dengan air liur sedikit seperti yang dijelaskan dalam hadits ' bin alaqah Shahhar Sebagai Salithi , ketika ia prihatin dengan seseorang yang gila , ia mengatakan : " Jadi saya membaca Al - Fatihah padanya selama tiga hari , pagi dan sore . Setiap kali saya selesai , saya mengumpulkan air dan saya ngiler . [ HR Abu Dawud , 4/3901 dan Al Fathu Ar Rabbani , 17/184 ] .
8 . Dapat menggunakan medium seperti air atau minyak zaitun. Untuk media terbaik adalah minyak zaitun . Disebutkan dalam hadits Malik bin Rabi'ah , bahwa Rasulullah Shallallahu ' alaihi wa sallam bersabda :
كلوا الزيت و ادهنوا به فإنه من شجرة مباركة
" Makanlah minyak zaitun , dan menggosok tubuh dengan dia . Karena dia berasal dari tanaman diberkati . " [ 2 ]
9 . Menyeka orang yang sakit dengan tangan kanan . Hal ini didasarkan pada hadits ' Aisyah , ia berkata : " Rasulullah , ketika dihadapkan dengan seseorang yang mengeluh sakit , ia mengusapnya dengan tangan kanan ... " . [ HR Muslim , Syarh An Nawawi ( 14/180 ] .
Imam An Nawawi mengatakan : " Dalam hadits ini ada saran untuk mengusap-usap orang yang sakit dengan tangan kanan dan berdoa tentang hal itu Banyak dari sejarah otentik dari apa yang telah berkumpul di kitab Al Adzkar . " . Dan menurut Syaikh Al Utsaimin mengatakan , tindakan beberapa orang yang berpegangan tangan dengan orang sakit atau anggota tubuh tertentu untuk membaca kepadanya , maka ini ada dasarnya.
10 . Untuk meruqyah diri sendiri ini lebih diutamakan, yaitu caranya dengan meletakkan tangan Anda di keluhan mengatakan بسم الله ( Bismillah , 3 kali ) .
أعوذ بالله و قدرته من شر ما أجد و أحاذر
" Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya dari setiap kejahatan yang saya temui dan rasa takut . " [ 3 ]
Dalam riwayat lain dikatakan Dalam setiap mengusap doa diulang tujuh kali .
Atau baca :
بسم الله أعوذ بعزة الله و قدرته من شر ما أجد من وجعي هذا
" Aku berlindung pada kekuatan Allah dan kekuasaan-Nya dari setiap kejahatan yang saya temui ini dari rasa sakit saya . " [ 4 ]
Jika ada rasa sakit di seluruh tubuh , cara untuk meniup dua telapak tangan dan usapkan ke wajah si sakit dengan kedua tangannya . [ 5 ]
11 . Ketika ada penyakit di salah satu bagian tubuh , kepala , kaki atau tangan , misalnya, maka dibacakan di tempat tersebut . Disebutkan dalam hadits dari Muhammad bin Al Jumahi Hathib dari ibunya , Umm Jamil binti al - Jalal , ia berkata: Aku datang dari Habasyah . Ketika anda telah tiba di Madinah atau dua malam , aku akan memasak , tapi kehabisan kayu bakar . Aku pergi keluar untuk mencarinya . Kemudian aku terjatuh sehingga tangannya terluka. Kemudian saya membawa Anda ke hadapan Nabi . Aku berkata : " Atas nama Anda dengan ayah dan ibu , ya Rasulullah , do,akan Muhammad bin Hathib atas rasa sakitnya ini . Beliau Shallallahu ' alaihi wa sallam kemudian meludahi tangannya sambil membaca doa yang kemudian diusapkan ke tangan yang terluka :
أذهب البأس رب الناس واشف أنت الشافي لا شفاء إلا شفاؤك شفاء لا يغادر سقما
" Menghilangkan penyakit , ya Tuhan umat manusia . Sembuh, Engkau Mahakuasa Penyembuh . Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan Anda , obat yang tidak meninggalkan penyakit " [ 6 ] .
12 . Jika penyakit ini di seluruh tubuhnya , atau lokasi yang tidak jelas , seperti gila , dada sempit atau keluhan pada mata , lalu bagaimana mengobatinya dengan membaca ruqyah di hadapan pasien . Dalam kondisi ini disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ' laihi wa sallam meruqyah terhadap orang-orang yang mengeluh sakit . Disebutkan dalam sejarah Ibnu Majah dari Ubay bin K'ab , ia berkata : " Dia bergegas mendekatinya dan menempatkannya sebelum beliau Shallallahu ' alaihi wa Sallam lalu aku mendengar dia dilindungi ( ta'widz ) dengan Al - Fatihah . . " [ 7 ]
Lalu apakah ruqyah hanya berlaku untuk penyakit yang telah disebutkan diatas atau penyakit secara umum? Dalam hadits-hadits yang berbicara tentang terapi ruqyah , penyakit disinggung adalah pengaruh mata jahat ( 'ain ) , dapat menyebar racun ( humah ) dan penyakit namlah ( humah ) . Sehubungan dengan masalah ini , Imam An Nawawi mengatakan dalam Syarh Shahih Muslim : . . " Maksudnya adalah ruqyah bukan berarti hanya diperbolehkan pada tiga penyakit. Tapi saat itu ia ditanya tentang tiga hal , dan Dia mengizinkannya Jika ditanya tentang yang lainnya lagi itu akan memungkinkan pula . karena ia memberi isyarat bahwa ruqyah dapat diterapkan untuk segala macam penyakit " . ( Sahih Muslim , 14/ 185, Mengenai buku , bab Istihbab Ar Ruqyah Minal ' Ain Wan Namlah ) .
Semoga bermanfaat.
Wallohu a'lamu bishshawaab
_______
catatan kaki
[ 1 ] . Hasan Hadits , Shahih al - Jami ' ( 2/4498 ) .
[ 2 ] . Muslim , kitab As Salam (14/ 189) .
[ 3 ] . Shahih al - Jami ' , no. 346 .
[ 4 ] . Fathul Bari (21/ 323) . Metode ini dikatakan oleh Az Zuhri adalah cara Rasulullah shallallahu ' alaihi wa sallam dalam pukulan .
[ 5 ] . Al Fathu Ar Rabbani (17/ 182) dan Mawaridu Azh Zham , tidak ada . 1415-1416 .
[ 6 ] . Al Fathu Ar Rabbani (17/ 183) .
[ 7 ] . Namlah adalah luka yang tersebar di tubuh dan anggota badan lainnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar